Catatankakinita’s Blog

4 Detik Aman!

Posted by: catatankakinita on: Mei 16, 2009

Tahukah anda berapa waktu untuk bereaksi dan mengerem mobil ketika berkendara? Setidaknya dua detik. Pada kecepatan 100 km/jam dengan waktu reaksi tersebut, rata-rata mobil perlu jarak 50 meter sebelum berhenti total. Bayangkan seandainya mobil di depan mengerem mendadak, sementara jarak dengan kendaraan anda kurang dari 50 meter. Sangat mungkin terjadi tabrakan.

Itu sebabnya penting menjaga jarak aman, terutama di jalan bebas hambatan. Dengan demikian, pengemudi memiliki ruang yang cukup.

Misalnya, saat melaju 100 km/jam, jarak aman adalah 4 detik. Penerapannya mudah. Gunakan benda statis di pinggir jalan – tiang listrik, atau pohon – sebagai patokan. Begitu mobil di depan melewati patokan, mulailah berhitung: 1.001,1.002, dan seterusnya. Bila dalam hitungan 1.004 anda melewati patokan maka anda berjarak aman berkendara. Bila kurang, maka perbesar jarak anda mobil depan.

 

diambil dari RDI edisi Januari 2008

Kaitkata: , ,

Rasa Tak Aman Turunkan Imunitas

Posted by: catatankakinita on: Mei 16, 2009

Sebuah studi di Italia yang mengamati 61 perawat wanita yang sehat dan berumur di bawah 60, mengungkapkan bahwa wanita yang memiliki kesulitan dalam membina kedekatan dan sulit mempercayai sebuah hubungan, memiliki kekebalan tubuh lebih lemah. Menurut Dr. Angelo Picardi, peneliti dari Italian National Institute of Health, sel kekebalan tubuh wanita seperti itu tidak memiliki kemampuan mematikan. Para wanita kelompok ini pun umumnya sulit mempercayai orang dan tak mudah bergantung pada orang lain. Mereka juga merasa tak nyaman saat berhubungan intim dan kerap ketakutan ditinggal pasangan.

Menurut Dr. Angelo, rasa ini terbentuk sejak kanak-kanak. Kedekatan hubungan dengan orang tua saat masih anak-anak mempengaruhi dan membentuk hubungan romantis mereka saat dewasa.

Walau demikian, menurut Dr. Angelo, rasa tak aman ini tidak serta-merta membuat seseorang menjadi rentan terhadap penyakit. Ini hanyalah salah satu faktor, di samping umur dan penyakit kronis, yang memperburuk kesehatan anda.

 

diambil dari RDI edisi Maret 2008

Hati-hati bagi Pria : Sakit Gigi Membuat Impoten!

Posted by: catatankakinita on: Mei 15, 2009

Gigi nyut-nyutan ternyata bukan hanya menggangu aktivitas sehari-hari, tetapi juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi (DE). Hal ini diungkapkan Hasanuddin Thahir, ahli periodontologi, dan Wardihan Sinrang, ahli fisiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

Dari penelitian yang dilakukan tim ahli kedokteran gigi Universitas Hasanuddin terhadap 35 orang di Makasar awal 2007, terungkap bahwa nyeri gigi mempengaruhi DE yang cukup signifikan. Menurut Wardihan, DE pada kasus nyeri gigi itu diduga terjadi akibat penekanan pada saraf parasimpatis, sehingga menyebabkan dilatasi pembuluh darah perifer. Selain itu, otak yang sudah penuh sensasi nyeri tak mampu mempersepsi sensari seksual yang diterima, baik melalui rangsang taktil, rabaan, visual, imajinasi. Akibatnya, sensasi tersebut tak dapat diteruskan ke serabut saraf menuju pusat ereksi. Bahkan pada kasus pulpitis akut dan periodontitis akut, frekuensi hubungan seksual pada minggu pertama dan kedua berkurang 90-97%

 

diambil dari RDI Juli 2007

Gadget pun dapat membunuh!

Posted by: catatankakinita on: Mei 15, 2009

Hari gini, siapa sih yang tidak punya gadget pribadi? Ponsel, Blackberry, MP3 Player dan video game player genggam adalah beberapa dari gadget-gadget pribadi yang kata kebanyakan orang ‘harus punya’! Sayangnya, seiring dengan permintaan yang tinggi akan gadget-gadget tersebut, tidak diimbangi dengan disiplin para penggunanya. Sehingga penggunaan alat hiburan pribadi ini dapat membahayakan diri mereka, bahkan orang lain.

Lantaran hal tersebut, di New York, AS, tengah diusulkan larangan pemakaian gadget pribadi oleh pejalan kaki. Dendanya tak tanggung-tanggung, mencapai 100 dolar AS!

Usulan itu bukan tanpa alasan: tiga orang tewas karena mendengarkan MP3 Player sambil menyeberang jalan. Para pejalan kaki lain yang melihat kejadian tersebut sempat berteriak memperingati, namun mereka tidak mendengarnya.

Kasus serupa bukan tidak mungkin terjadi di Indonesia. Apalagi, kesadaran soal safety masih rendah. Jadi, bijaksanalah menggunakan alat-alat itu.

 

diambil dari RDI edisi Juni 2007

Kaitkata: , ,

Makan Lobster

Posted by: catatankakinita on: Mei 14, 2009

Suka makan lobster? Hanya ada 2 bagian lobster yang tak bisa dimakan: usus dan kantong di belakang mata.

Usus lobster menjulur hingga buntut dan biasanya berwarna hitam (tarik saja dengan ujung pisau). Sedangkan kantong di belakang mata tidak hanya berisi otak, tapi juga perut dan organ internal lain, yang tak sesuai untuk sistem pencernaan manusia.

Bagian-bagian lobster yang lain dapat dimakan dan lezat. Para koki malah suka menggunakan kulit bagian luar yang keras untuk membuat kaldu. Kalau anda perhatikan, di bagian perut lobster ada sejenis lendir hijau muda. Itu adalah hati lobster yang disebut tomalley. Anda bisa memakannya begitu saja, atau memanfaatkannya sebagai penambah rasa, mentega atau saus celup.

Jika itu lobster betina, anda bisa menemukan substansi padat oranye di bagian perutnya. ini adalah telur-telur yang belum dibuahi, yang dikenal dengan sebutan coral. Ada orang yang lebih suka membeli lobster betina supaya bisa mendapatkan telur ini, yang digunakan sebagai hiasan salad dan kudapan.

 lobster

Disadur dari RDI edisi Mei 2007

Kaitkata: , ,

Kategori

File Nita

Kegiatan Nita

Januari 2012
S S R K J S M
« Mei    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Tamu Nita

  • 83 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.